Visi dan Perasaan

Seorang yang sukses adalah seorang yang memiliki jiwa pemimpin. Seorang pemimpin adalah orang yang bisa membedakan antara perasaan, penilaian, dan evaluasi dalam dirinya dengan visi, komitmen, dan janji-janji. Seorang pemimpin adalah orang yang dapat membedakan antara perasaan dan visi yang harus dijalani. Saya berikan contoh dalam kasus General Electric, sebuah perusahaan besar dunia, ketika Jack... Continue Reading →

Sebutir Debu

Gegap gempita malam, Kali ini diam. Katanya dalam diam; Aku tak bicara Aku telah berikan mulutku Pada tetesan air mata Ia berbicara banyak Tentang dosa secepuk segan Sementara aku, Aku tetap diam dalam diam. Karena bukan sempurna Hanyalah sebutir debu Pada kaki indahMu

Memahami Rencana Allah

Satu hal yang sangat dirindukan oleh sebuah keluarga yang baru adalah mempunyai bayi yang lucu, imut, cantik atau ganteng. Demikianpun yang terjadi pada sepasang kekasih di Melbourne, Australia. Setelah beberapa lama mereka menunggu kelahiran anak pertama mereka, akhirnya pada 4 Desember 1982 yang lalu bayi pertama merekapun lahir ke dunia. Namun, yang terjadi, suasana pada... Continue Reading →

Memberi dan Bahagia

Untuk sukses, seseorang harus memiliki citra diri yang baik. Citra diri yang baik tidak turun dari langit, tetapi harus dibangun secara sadar. Bagaimana membangun citra diri yang baik? Lakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain tanpa mengharapkan bayaran atau imbalan. Dr. Carl Jung, seorang psikiater dari Swiss, mengatakan, "Kurang lebih sepertiga pasien saya tidak menderita... Continue Reading →

Aku dan Pagi: pada tapal batas ilusi

Mentari kian menghilang dari kejauhan tatapan, terbenam begitu rupa, hingga petang benar-benar menjelma sepenuhnya menjadi malam. Aku, masih enggan membuang tatapan dari layar handphone yang aku genggam pada tangan kananku. Ada satu potret jelita disana yang aku kagumi dalam diam, dalam doa. Dari petang hingga malam aku mencoba mengurai serpihan-serpihan kenangan yang tumpah dari wajahnya... Continue Reading →

Saku (2)

Oleh: Kristina Kurniati Aku melipat rinduku lalu menyelipkannya di saku bajumu Siapa tahu Di siang bolong saat matahari dengan ganas menyerang pori-pori kulitmu Hingga engkau meneteskan peluh Helaian rinduku bisa meneduhkanmu Menjelma sebuah sapu tangan mengeringkan peluhmu

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai